Monday, Nov 24th

Last update06:26:23 PM GMT

You are here:

SECCO, GITAR AKUSTIK DIBUAT DARI PENGKRIYA HANDAL

E-mail Print PDF

Bandung, channelsatu.com: Mana mungkin ada gitar akustik  buatan dalam negeri yang punya kualitas mutu jempolan dan membuat pemetiknya menjadi terlena  memainkannya? 

Gitar yang disebut-sebut itu bermerk Secco , asli diproduksi dari kota Bandung, Ibukota Provinsi Jawa Barat.  Jika Anda sempat berwisata ke kota tersebut, janganlah lupa mampir ke pabriknya  sekaligus bengkel kerjanya yang terletak di Jalan Tanjung  Nomor  13.

Adalah Wienardi sang juragan gitar bermerk Secco , yang mulai merintis usaha membuat  gitar  sejak tahun  2000. Semua itu bermula dari ketidaksengajaan, tatkala Wienardi bertemu seorang bernama Anong  - yang memang ahli dalam membuat gitar. Pertemuan ini akhirnya membawa berkah bagi Wewen – panggilan akrab Wienardi. Pasalnya Anong  sang maestro  pengkriya gitar, sudah berusia 70 tahun ingin mewariskan ilmunya. Setidaknya Anong benar-benar bersikeras melestarikan teknik dalam membuat gitar yang telah dimiliki secara turun temurun – kepada Wewen. 


Wewen sendiri – dalam keseharian- gemar memainkan gitar. Teristimewa gitar akustik. Wewen sejatinya tidak begitu tertarik pada gitar elektrik – kendati kemajuan teknologi demikian berkembang pesat, sehingga memunculkan bunyi aneh, namun  bunyi senar gitar akustik  memiliki karakter suara yang khas dan sulit disamai dengan  alat musik elektronik. Maka pertemuan dengan Anong akhirnya menggugah untuk makin yakin memproduksi gitar akustik. Meski dalam hitungan bisnis gitar elektrik  akan lebih banyak peminatnya alias laku keras.

Wewen berkeyakinan bahwa gitar akustik punya pangsa tertentu. Paling tidak gitar akustik  masih dijadikan alat musik utama  oleh banyak musisi maupun gitaris  dalam  pentas. Jadi ? Mereka sudahlah  mantab – akhir  November 2000 hingga  Januari 2001, Wewen bersama Anong – ditambah  seorang rekan, mulai persiapan memproduksi gitar.

Tentu tidak tiba-tiba langsung memproduksi gitar akustik. Hanya sebagai tukang servis dulu . Bersamaan dengan waktu itu, Wewen  mendalami cara membuat gitar dari kayu.  Pengetahuan lapangan itu ditunjang pula dengan membaca buku – secara teratur-  mengenai pembuatan gitar. Sertamerta buku itu diperoleh dari  teman yang hobi gitar, mengingat susahnya cari buku perihal pembuatan gitar.

Wewen yang akhirnya memperkerjakan sepuluh karyawan  terus melakukan latihan  di bengkel kerjanya -  diutamakan  membuat gitar solid –body, dan perkara ini membutuhkan  keahlian khusus. Bagaimanapun setiap pekerja jelas-jelas perlu dilatih. Bagaimanapun pula biaya yang dikeluarkan lumayan besar. Tapi soal biaya tidak menjadi masalah. Sebab Wewen tetap harus melakukan – karena pekerjanya membutuhkan banyak praktek.

Menurut Wewen, setiap orang tidak langsung  mempunyai keahlian dengan hanya sekali atau dua kali latihan. Mereka harus praktek terus menerus.  Di sinilah letak kunci mutu gitar akustik merk Secco. Gitar merek Secco dikerjakan tangan-tangan handal. Setiap sudut dan lekuk ronggga gitar berresonansi  menghasilkan gaung bunyi yang khas.

Gitar merk Secco dibuat dari kayu pilihan yang berasal dari Majalaya dan Banjaran.  Yakni jenis kayu sonokeling, Ki Pait, Mahoni dan kayu pohon nangka. Untuk pembuatan sebuah gitar mesti melalui sepuluh tahapan. Pertama tahapan  proses perencanaaan desain, penyedian bahan baku, pemilahan kerja untuk bagian depan gitar- top, belakang – back, samping – side dan gagang – neck.

Tahap berikutnya ialah apabila semua bagian gitar terbentuk dilakukan penyambungan back dan neck. Pelubangan badan gitar, pemasangan rosette dan bridge. Lantas finishing dilakukan dengan pengamplasan awal.  Tentang pengamplasan ini  dilakukan berkali-kali. Kiranya inilah merupakan kesabaran  serta keuletan.

Usai sepuluh proses pembuatan,  barulah gitar  disimpan terlebih dulu dalam ruangan dengan suhu tertentu selama  enam bulan. Kenapa?  Agar terjadi pengeringan  kayu secara  sempurna.  Sementara proses paling akhir  dan paling sulit  adalah adjusment.  Pada fase ini dilakukan pengujian bunyi. Biasanya dilakukan setelah gitar pesanan rampung seratus persen . Gitar kembali di adjust  dan dirakit kembali menjadi gitar utuh  - sampai bunyi gitar yang dihasilkan sesuai dengan keinginan pemesan.

Betapa rumitnya membuat gitar, seperti yang dikerjakan di pabrik gitar merk Secco ini. Dan segala sesuatunya itu dipoles dengan perasaan si pembuat,  demi menjaga mutu yang betul-betul prima.  Setiap pemilihan jenis kayu yang digunakan ketebalan dan proses pengelolahan  yang rumit tidaklah diiingkari dapat menghasilkan bunyi gitar berbeda. Karakter bunyi akan terdengar sangat jelas oleh kuping terlatih pecinta gitar akustik.

Tidak bisa ditampik bahwa harga gitar ditentukan  bahan baku, tekstur kayu, bahkan sampai tingkat kekeringan kayu. Kadar air dan kayu harus kurang dari 18 persen. Hal ini merupakan standard internasional untuk pembuatan gitar yang baik. Bagaimana dengan pemasaran gitar merk Secco?  Pelan-pelan mulai dikenal, dan bagi kalangan yang mengerti tentang gitar serta yang mengutamakan kualitas, pastilah kenal dan mengetahui gitar merk Secco .

Wenardi  menjelaskan bahwa segmen pasar gitar merk Secco sudah terarah. Sudah jelas pasarnya . Secco memproduksi gitar untuk kalangan pengemar gitar menengah ke atas. Atas dasar itu gitar merk Secco tidak dipasarkan melalui toko  yang menjual alat musik. Kata lain Secco dikenal dari mulut ke mulut – dan tidak beriklan di media.

Memang gitar Secco sudah dikenal di Malaysia dan Singapura – dipasarkan di sana. Tapi itu merupakan pesanan  dari mulut ke mulut. Malah pesanan pun datang dari Turki,  dan Selandia Baru. Apa yang diperbuat Wenardi dengan  memproduksi gitar akustik dan diberi merk Secco  jelas merupakan langkah dan tindakan yang perlu mendapat dukungan banyak pihak. Sudah sepatutnya  pemerintah – dalam bidang  yang terkait-  layak merangkulnya, sehingga menjadikan  industri yang tangguh – bukan lagi industri rumahan.

Dengan harga gitar Secco termurah 1,2 juta rupiah dan termahal sampai Rp 40 juta –lebih, sungguh Wenardi optimis  bahwa pabrik  gitar yang dikelola  sanggup bersaing dengan gitar merk lain – terutama  buatan China.

Yang menjadi masalah dalam pengembangan usahanya, menurut Winardi, adalah sumber daya manusia yang  terbatas – belum terlayani (sebagai pembuat gitar). Prinsip usaha Secco  tidak lain adalah usaha kerajinan – yang semata tidak menjual harga, tetapi menjual mutu. Prinsip itulah  yang dipegang teguh Secco  - di bawah kepimpinan Winardi. ( Syamsudin  Noer  Moenadi , jurnalis juga dosen di beberapa Perguruan Tinggi )