Friday, Sep 19th

Last update09:13:45 AM GMT

You are here:

PECAK, MAKANAN BETAWI YANG TAMPILANNYA MIRIP BUMBU RUJAK

E-mail Print PDF

Sungguh saya termasuk yang merasa heran, seorang rekan yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur, dan memang lahir serta dibesarkan di kota Pahlawan itu, tatkala ke Jakarta untuk berbagai urusan selalu menyempat diri makan siang ke Warung Betawi Haji Muhajir, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tepatnya Jalan Margasatwa Nomor 8.

Di warung Haji Muhajir, rekan saya langsung memesan menu pecak gurame yang merupakan menu favoritnya. Saya bergurau kepadanya, bahwa jauh-jauh dari Surabaya hanya untuk menyantap pecak gurame. Rekan saya hanya bisa tersenyum, lalu berujar lirih, “Menu pecak ini tampilan mirip bumbu rujak.“

Jawaban itu membuat saya terpana. Saya jadi mengerti kenapa rekan ini suka pecak, mengingat rujak – makanan khas Surabaya, yang daerah lain tidak memiliki. Di Jakarta ada restoran yang menyediakan menu rujak, namun tidak warung di setiap sudut wilayah menjajakan menu tersebut. Menu rujak susah di cari di Jakarta.

Lantaran alasan itu saya paham kenapa rekan dari Surabaya lebih memilih menu pecak. Tentu supaya tidak bosan. Di Surabaya makan siang dengan menu rujak, lantas di Jakarta apakah memilih makanan rujak lagi ? Tentu tidak. Jawabannya, “Itulah saya membawa ke Warung Betawi Haji Muhajar. Pecak gurame paling lezat.“

Seorang rekan lain, tentu yang doyan makan dan suka mblusuk mencari kuliner khas, merekomendasi bahwa semua hidangan khas Betawi yang disajikan di Warung Betawi Haji Muhayar, demikian lezat. Teristimewa pecak guramai itu tadi. Di termpat lain jelas ada, umpamanya di Rumah Makan Betawi Haji Nasun, Serengseng Sawa, Jagakarya, Jakarta Selatan. Tepatnya Jalan Moch Kahfi II, nomor 21.

Apa itu pecak gurame? Adalah sajian ikan berkuah yang tampilan kuahnya mirip kuah bumbu rujak, berwarna kuning dengan santan pekat. Kuah santan, dimasak dengan kunyit, kemiri, kacang tanah, bawang merah, bawang putih serta kencur. Maka sudah dibayangkan rasanya asam dan pedas mendominasi rasa makanan khas betawi ini, yang termasuk menu langka.

Yang menarik dari Warung Betawi Haji Muhajar ini ialah sudah menjajakan menu pecak gurame selama empat puluh tahun. Resap pecak Haji Muhajar jelas orisinal. Yakni ikan bakar yang disiram bumbu. Sebaliknya warung ini tidak menyajikan pecak secara bakar. Cukup ikan dan bumbunya digoreng, supaya praktis.

Ciri pecak yang lezat, menurut rekan saya asal Surabaya itu, terletak pada sambalnya yang terdiri atas cabai, bawang merah, jahe, terasi dan jeruk limau. Bumbu itu sengaja diracik almarhum Haji Muhajar.

Bumbu ditumbuk secara tradisional dalam lumpang menggunakan alu kayu. Setelah bumbu bercampur barulah digoreng. Kemudian disiram ke atas ikan yang sudah digoreng. Harganya satu porsi gurame dibandrol Rp. 60 ribu hingga 75 ribu rupiah. Sedang pecak ikan mas dan ayam kampung harganya 27 ribu perak.

Menilik bumbunya, bahwa jahe dan cabe menambah rasa pedas. Sedangkan asam dari jeruk limau, sehingga pecak terasa lezat. Paling nikmat pecak disantap dengan nasi putih, sayur asem Betawi dan tahu tempe goreng. Plus lalap. Yakni bisa lalap rebus berisi pepaya dan singkong. Ada pula lalap mentah seperti daun kemikir, selada, kemangi, pohpohon dan petai.

Tadi disebut Rumah Makan Betawi Haji Nasun juga menyajikan menu pecak. Pecak Haji Nasun  kuahnya berwarna oranye yang menggenangi ikan. Selintas terlihat seperti kuah gulai dan santan. Dan yang bercampur dengan kuah, selain ikan adalah kacang-kacangan. Rasanya seperti saus kacang berbalut kuah gulai.

Adukan bumbu pecak di Rumah Makan Betawi Haji Nasun yang sudah ada sejak 1982, sedapnya tidak ketulungan. Ternyata menggunakan campuran kacang tanah dan mede. Bumbu ditumbuk dengan ulekan tradisional. Bumbu tidak digiling dengan blender, justru dengan ditumbuk rasanya lezat sekali. 

Awalnya Rumah Makan Betawi Haji Nasun tidak hanya mencual pecak saja. Tahun 1985 hanya menyajikan pecak, itupun karena pelanggang. Sebagian besar pelanggan banyak memesan menu pecak. Dulu menggunakan ikan tawes, sekarang gurame. Mengenai harga satu porsi gurame, satu ekor, dihargai mulai dari 65 ribu rupiah. Sedangkan untuk gurame potongan dibandrol 45 ribu rupiah.

Harga pecak, baik di Warung Betawi Haji Muhajar maupun di Rumah Makan Betawi Haji Nasun tergolong moderat dibanding kelezatannya – yang masing-masing punya ciri tersendiri benar - benar tiada tara. Jika Anda suatu saat mau merasakan menu pecak, silahkan cacat alamat kedua warung itu. (Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis dan pemerhati masalah kuliner).